Dikucilkan Usai Jadi ODP Corona, Keluarga di Sulut ini Hidup di Mobil di Tengah Hutan

Bak adegan film petualangan dan survival Hollywood, satu keluarga di Minahasa Utara, Sulawesi Utara ini memutuskan tinggal di dalam mobil yang di parkir di hutan.

Berbedanya, pemicu tinggal di tempat perasingan bukan karena jenuh dengan kehidupan kota atau terlilit sebuah masalah serius, melainkan ‘hukuman sosial’ yang sedang marak terjadi belakangan ini. Penyebabnya, tak lain karena virus corona.


Melansir Kumparan.com, kejadiannya bermula ketika Elly Lasaheng dan istrinya, Agustin Sigarlaki didatangi oleh petugas Dinas Kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

“Entah mengapai, kami disebut sebagai ODP (Orang dalam Pengawasan). Mungkin karena rumah pasien positif virus corona berjarak tak jauh dari rumah (kami),” kata Agustin.

Sejak saat itulah, lanjut Agustin, warga setempat mulai bersikap berbeda terhadap keluarganya. Bahkan tempat usaha kecil-kecilan mereka yang berupa warung juga sepi pelanggan.

“Dari pagi sampai malam tidak ada satu pun orang datang belanja. Padahal, warung kami ini lumayan ramai. Pokoknya terasa sekali,” ucapnya.

Mulanya, diakui Agustin, ia dan keluarganya masih bisa men-toleransi itu semua. Tapi seiring berjalannya waktu, ‘hukum sosial’ itu semakin terasa.

“Bahkan hukum tua di desa kami, waktu kasih tahu kami belum dapat bantuan, itu dia bicara dari kejauhan. Kami tentunya merasa sangat dikucilkan. Inilah yang kemudian muncul ide kami untuk tinggal saja di hutan, daripada terasa diasingkan,” tutur dia.

Dengan menggunakan mobil pick up, Agustin bersama anggota keluarganya pergi meninggalkan rumah dan tinggal di hutan.

Di sana, mereka mendirikan tenda sekadarnya untuk beristirahat. Pun demikian dengan kendaraan pick up, disulap sebagai tempat tidur untuk anak bungsunya.

Saat ditanya berapa lama menetap di hutan, Agustin belum dapat memastikan.

“Ya kami di sini sekaligus isolasi dulu. Nyamuk, dingin dan yang lain tentu kami rasakan. Tapi, biarlah dulu sampai kondisi membaik,” tutupnya.

sumber : kumparan.com